UMKM Warung Pintar, Mewujudkan Teknologi Revolusi Industri 4.0

UMKM Warung Pintar,  Mewujudkan Teknologi Revolusi Industri 4.0

Banyuwangi - Lebih dari 100 warung tradisional di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bermitra dengan perusahaan rintisan teknologi digital retail Warung Pintar. Dengan menjadikan tampilan warung tradisional milik rakyat itu lebih modern, disertai tata kelola manajemen keuangan dan stok barangnya secara digital. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa kolaborasi dengan Warung Pintar merupakan upaya memperkuat daya saing usaha retail mikro. Para pemilik Warung Pintar itu adalah mereka yang sebelumnya telah memiliki warung, lalu dipermak, dan juga berbagai komunitas warga serta masyarakat yang baru berwirausaha.

"Ini adalah model digitalisasi yang membumi, inklusi teknologi yang membuat teknologi tak lagi menjadi barang wah, tapi teknologi yang membantu rakyat kecil 'Internet of things', dan wacana besar Revolusi Industri 4.0 itu hanya bisa sukses apabila ada inklusi teknologi, yang salah satunya lewat warung-warung kecil milik rakyat," ujar Anas kepada AntaraJatim.

Lebih dari 100 warung tradisonal tersebut di digitalisasi dan dipermak sedemikian rupa untuk membuatnya lebih berdaya saing, termasuk fasilitasnya mulai wifi, televisi, dispenser, hingga 'charging station'.

"Setelah bergabung dengan program ini, omzet mereka Alhamdulillah naik, sebesar 20 hingga 60 persen," ungkapnya. Menurut Anas, setelah sebanyak 101 warung tradisional bertransformasi menjadi Warung Pintar, saat ini terdapat 800 warga dan warung lain di Banyuwangi yang telah mendaftar mengikuti program gratis tersebut.

Chief Operating Officer dan Co-Founder Warung Pintar, Harya Putra mengatakan, Banyuwangi merupakan daerah pertama yang berkolaborasi bersama Warung Pintar. "Ini terkoneksi dengan jaringan kami di seluruh Indonesia, jadi produk UMKM Banyuwangi dapat dipasarkan di Warung Pintar yang juga telah ada di Jabodetabek," ucapnya.

Banyuwangi dipilih sebagai daerah pertama ekspansi Warung Pintar setelah Jabodetabek, menurutnya karena perkembangan UMKM nya sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

"Banyuwangi satu visi dengan kami, yakni meningkatkan usaha mikro dengan teknologi, yang saat ini telah memasuki Revolusi Indistri 4.0," imbuhnya.

Warung Pintar di kabupaten Banyuwangi juga menjadi pusat informasi pariwisata. Terdapat fasilitas teknologi untuk menjelaskan soal wisata Banyuwangi kepada pembeli. {RN}

Artikel Terkait