Songsong Era 4.0, Fatayat NU Reorganisasi Dengan Kaum Milenial

Songsong Era 4.0, Fatayat NU Reorganisasi Dengan Kaum Milenial

Batu -- Songsong era 4.0, Fatayat NU Kota Batu melakukan reorganisasi dengan memasukkan kaum milenial dalam kepengurusan.

Hal ini terlihat dalam kepengurusan Fatayat NU Kota Batu, Jawa Timur periode 2019-2024, sebanyak 35 persen merupakan anak muda.

Selain muda dan militan mereka sudah matang dalam berorganisasi, karena mereka sebelumnya merupakan pengurus IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama).

"Pengurus yang usianya 40 tahun ke bawah hampir tidak ada, kami memasukkan kader-kader dari IPPNU yang masih muda untuk kepengurusan periode tahun 2019 - 2024 ini. Alhamdulillah sudah bisa memasukkan 35 persen pengurus muda mantan IPPNU," ujar Ketua Fatayat NU Kota Batu, Susiyo Trisno Wati.

Hal ini dilakukan untuk menggali potensi kader dan kelembagaan untuk menghadapi era milenial yang tantangannya lebih besar.

Kepengurusan ini merupakan hasil Konferensi Cabang yang dilaksanakan pada 24 Februari 2019. Dalam konferensi tersebut terpilih Ketua Fatayat, Susiyo Trisno Wati, Sekretaris Umi Khanifah dan Bendahara Hj Maslakhah.

Susiyo menjelaskan bahwa program yang dipilih selama ini adalah program yang mengena pada anggota, karena organisasi ini mengakar di masyarakat dan berbasis keluarga.

Beberapa kegiatan berupa tabligh keilmuan yang dilaksanakan setiap bulan sekaligus pertemuan membahas isu terkini seperti masalah stunting.

Fatayat NU juga mengembangkan Pusat Konseling Remaja, Pusat Informasi Kesehatan dan LKP3A yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

Program utama yang dilaksanakan adalah program pemberdayaan ekonomi keluarga. Saat ini anggota Fatayat Nu Kota Batu berjumlah 3000 dengan kepengurusan ranting sebanyak 61 dengan 3 kepengurusan anak cabang dan pengurus cabang.

Ia bersyukur karena Fatayat NU kini memiliki banyak kader usia muda 25 tahun ke atas di ranting.

Sementara itu Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko M.Si yang hadir dalam pelantikan pengurus mengajak Fatayat untuk mensinergikan program dengan program Pemkot Batu.

"Mari bersama-sama mewujudkan moto desa berdaya kota berjaya bisa terwujud, pemberdayaan desa bisa terwujud dimulai dari keluarga," katanya. {Times}

Artikel Terkait