Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pionir Kemandirian Pesantren

Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pionir Kemandirian Pesantren

Mojokerto - Pondok Pesantren Riyadlul Jannah terletak di salah satu kecamatan kawasan wisata Segi Tiga Emas, yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Berlokasi di tepi jalan raya Mojosari-Pacet Km 19, Desa Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Pemandangan alam yang sangat indah, sejuk, dan asri tersaji di sekitar lingkungan pesantren. Ditambah dengan tata ruang dan kondisi fisik pesantren yang bersih, indah, dan teratur, membuat siapapun merasa betah untuk menikmatinya dan sangat representatif untuk mengaji dan mengabdi. Tidak salah jika pesantren ini juga disebut bagaikan villa di sebuah perbukitan.

Pesantren ini didirikan pada tahun 1985, oleh KH. Mahfudz Syaubari, MA, dan nama Riyadlul Jannah, bermakna pertamanan surga. Pesantren yang berdiri di atas lahan seluas 9.000 meter persegi, di kaki gunung Welirang ini memang terlihat megah dan indah dengan bangunan-bangunan bertingkat. Di atasnya, berjajar kolam yang dipenuhi berbagai ikan hias, untuk budidaya ikan, dan ditambah dengan perkebunan di lokasi pesantren.

Pesantren Riyadlul Jannah mempunyai usaha mandiri, yaitu sebuah rumah makan seafood bernama Dapur M'riah. Rumah makan ini merupakan bagian dari unit usaha PT. Rijan Dinamis Selaras (RDS), sebuah perusahaan besar yang didirikan oleh para santri. Dengan andalan menu seafood berbumbu khas Nusantara, restoran ini berlokasi di Jalan Bhayangkara 108-109, Mojokerto.

Nama Dapur M'riah diambil dari nama gabungan kyai dan pesantrennya. "M" menjadi representasi dari Kyai Mahfudz Syaubari, sedangkan "Riah", adalah singkatan dari Riyadlul Jannah. Hingga saat ini telah ada enam unit cabang Dapur M'riah yang beroperasi. Empat berada di Sidoarjo, satu di Mojokerto, dan sisanya berada di Pontianak.

Dapur M'riah mempunyai tiga orientasi, yakni, bisnis, sosial, dan edukasi. Visi sosial perusahaan terlihat dari kebijakan manajamen Dapur M'riah dalam menyumbangkan sepuluh persen dari laba untuk aktivitas mikro sosial. Sementara, ada 10 persen lainnya diambil dari omzet untuk makro sosial.

Dari aspek pendidikan, yakni, seluruh pengelola manajemen hingga pegawai Dapur M'riah, khususnya di Jawa, murupakan santri-santri dari Pondok Pesantren Riyadlul Jannah. Bahan baku produksi pun diambil dari produk pesantren, termasuk ikan, sayuran, dan bumbu-bumbu.

Disamping itu, pengelola restoran juga memperhatikan pengembangan usaha. Tak hanya mempertahankan kualitas produk, pihak manajemen juga mengembangkan bisnis dengan mengundang para investor untuk memperluas cabangnya.

Dana yang harus dikeluarkan oleh investor adalah sebesar lima miliar rupiah, yang digunakan untuk kebutuhan peralatan rumah makan, kitchen set, branding iklan, infrastruktur, seragam karyawan, hingga bahan baku dan grand opening. Terus berkembangnya Dapur M'riah di enam lokasi pun menjadi bukti kepercayaan para investor kepada bisnis pengelolaan bisnis rumah makan ini.

Dapur M'riah hanyalah salah satu unit usaha PT. RDS. Dibawah tangan dingin KH. Mahfudz, perusahaan ini mengembangkan berbagai usaha di bidang kuliner. Restoran cepat saji M2M menjadi unit usaha bisnis lain PT. RDS di bidang kuliner. KH. Mahfudz dalam hal ini menggandeng profesional yang telah berpengalaman puluhan tahun di bisnis fast food yaitu, Ali Mustofa, dan Muhammad Ali (eks manajer Wong Solo).

Restoran fast food M2M didirikan pada 2009. Restoran dengan ciri bumbu khas Indonesia ini pun kian berkembang. Pada 2015, M2M telah memiliki gerai di lima kota di Jawa Timur. Satu resto di Jakarta, satu di Kudus, lalu Jawa Tengah, dan hingga kini setidaknya terdapat 40 gerai M2M yang berdiri dengan skema franchise.

M2M yang memiliki jargon "Semakin Indonesia" ini ingin menimbulkan kesan bahwa resto tersebut adalah restoran fast food yang asli tanah air. Selain itu, yang istimewa adalah, terdapat lima keunggulan makan di M2M, yaitu, pertama, menyembelih ayamnya dengan menghadap kiblat, kedua, bersertifikasi halal, satu basmalah, satu ayam yang disembelih, ketiga, makanan dalam negeri asli milik Indonesia, keempat, makan di M2M dijamin halal dan thoyyib serta ada sedekah di dalam hasil untungnya, dan yang terakhir, ikut mewujudkan santri mandiri Indonesia Hebat.

Seperti dirangkum dari NUOnline dan PopNews, tidak puas hanya dengan bisnis kuliner, PT. RDS juga merambah bisnis properti. Pihak RDS bekerjasama dengan developer properti syariah, D'Ahsana, untuk mengembangkan hunian di Mojokerto. Pengembangn ini bernaung di bawah Developer Property Syariah Indonesia (DPSI), yang berpusat di Makassar. PT. RDS tertarik dengan visi D'Ahsana guna menciptakan arus properti syariah di Indonesia.

Pesantren Riyadlul Jannah, pesantren yang menjadi rujukan berbagai pesantren dari seluruh Indonesia, bahkan mancanegara. Pada 2017, pesantren ini dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) RI sebagai pionir kemandirian pesantren. {RN}

Artikel Terkait