Penuhi Kebutuhan Penukaran Uang Baru Lebaran, BI Jatim Sediakan Dana Rp 33,4 Triliun

Penuhi Kebutuhan Penukaran Uang Baru Lebaran, BI Jatim Sediakan Dana Rp 33,4 Triliun

Surabaya -- Menjelang momen Lebaran 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI Jatim), mulai mempersiapkan kebutuhan uang baru bagi masyarakat Jawa Timur. Tahun ini, BI Jatim menyiapkan uang baru dengan total nilai Rp33,4 triliun.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Yudi Harymukti menyebutkan, nilai tersebut meningkat hingga 12 persen dibandingkan dengan nilai kebutuhan uang baru pada Lebaran tahun lalu. Menurutnya, peningkatan kebutuhan uang baru jelang Lebaran dikarenakan minat masyarakat untuk menukarkan uang baru sangatlah tinggi.

"Menjelang Lebaran, minat masyarakat akan penukaran uang baru meningkat, itu hal yang wajar. Karena memang terjadi dari tahun ke tahun saat Lebaran," terangnya kepada Radar Surabaya.

Yudi menambahkan, untuk kebutuhan uang baru bagi masyarakat Surabaya pada tahun ini diprediksi mencapai Rp17,1 triliun. Nilai tersebut naik sebesar 15 persen dari kebutuhan uang baru tahun sebelumnya yakni Rp14,9 triliun.

Yudi menuturkan, untuk menunjang mekanisme penukaran uang baru, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa bank untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang baru masyarakat tersebut.

"Nanti layanan penukaran uang bisa dilakukan di masing-masing bank, di Kodam Brawijaya, dan di rest area di ruas jalan tol," ujarnya.

Di wilayah Surabaya terdapat 68 bank yang melayani penukaran uang baru. Untuk yang di Kodam, lanjut Yudi, pihaknya telah bekerja sama dengan 12 bank dan penukaran uang di sana bisa dilakukan mulai tanggal 2-19 Mei 2019.

Sedangkan di rest area ruas jalan tol bekerja sama dengan lima bank. "Minat penukaran uang baru di rest area tol tahun ini bertambah. Khusus yang di sana, penukaran uang dapat dilakukan setiap Senin dan Kamis dimulai dari tanggal 28 Mei," jelasnya.

Untuk bisa melakukan penukaran uang baru, Bank Indonesia mewajibkan masyarakat menyertakan KTP atau identitas diri lainnya. Tujuannya, untuk pencatatan supaya masyarakat tidak melakukan penukaran lebih dari sekali. "Meskipun nanti menukarnya berbeda-beda tempat, dan lebih dari satu kali, tetap tidak bisa. Karena kami sudah mencatatnya," tambahnya.

Yudi mengimbau supaya masyarakat melakukan penukaran uang di bank resmi atau tempat layanan penukaran uang yang sudah disiapkan oleh Bank Indonesia. "Karena kalau tukar uang di pinggir jalan belum tentu terjamin keasliannya. Belum lagi ada potongan. Kalau tukar di bank dan layanan penukaran uang kan sudah terjamin keamanannya dan tidak ada potongan juga," terangnya.

Selain itu, Yudi juga menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan uang elektronik atau e-money dalam hal penukaran uang. "Kami dari pihak BI juga pelan-pelan menyarankan masyarakat untuk beralih ke e-money atau non tunai karena lebih efisien juga aman," imbuhnya.

Akan tetapi, tidak dipungkiri juga dari tahun ke tahun, minat masyarakat untuk melakukan penukaran uang baru masih terus meningkat.

"Karena itu satu di antara budaya masyarakat Indonesia secara umum saat menjelang Lebaran. Maka dari itu, kami mendorong masyarakat pelan-pelan secara bertahap untuk beralih menggunakan uang non tunai juga," pungkas Yudi. {12N}

Artikel Terkait