Pandemi Corona, Penjualan Hewan Kurban di Surabaya Turun

Pandemi Corona, Penjualan Hewan Kurban di Surabaya Turun

Pandemi Corona berdampak pada penjualan hewan kurban menjelang Idul Adha di Surabaya. Penjual mengaku kehilangan banyak pelanggan.

Seperti yang dirasakan Deni Setiawan, penjual hewan kurban di Jalan Mayjen Sungkono, yang sudah mulai buka. Puluhan sapi dari berbagai jenis sudah berjajar di tempatnya berjualannya.

Biasanya Deni juga menjual kambing kurban. Ia menyewa lahan di sekitar Gedung Juang 45. Namun tahun ini ia menunda menjual kambing karena pandemi Corona.

"Mulai tanggal 1 Juli ini menjual sapi aja. Ada kambing tapi mundur. Biasanya kalau tahun kemarin sapi dan kambing bersamaan. Karena kondisi seperti ini, mungkin 2 minggu atau 10 hari jelang hari H baru mulai kita buka," kata Deni saat ditemui detikcom.

Deni mengaku, tahun lalu pada periode 30 hari sebelum Idul Adha, penjualan sapi kurbannya mencapai 80 ekor. Namun tahun ini penjualan sapi menurun.

"Tahun lalu 100 ekor sapi (yang disiapkan) itu hampir 80 persen sudah laku. Tapi untuk tahun ini baru 64 ekor sapi (stok hewan). Namun tahun ini yang baru laku terjual baru 30an ekor. Dan itu ndak berani nambah lagi. Baru kalau habis nambah lagi," imbuh Deni.

Menurut Deni, harga sapi untuk kurban selalu naik setiap tahunnya. Namun tahun ini harga sapi di tempatnya stabil mulai Rp 15 juta hingga Rp 40 juta. Tergantung jenis dan bobot sapi.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya itu naik, jadi mungkin kondisi seperti ini jadi tidak naik. Tetap seperti tahun sebelumnya," lanjut Deni.

Sapi-sapi yang ia jual didatangkan dari para peternak sapi yang sudah memiliki sertifikat kesehatan. Mulai dari Madura, Lamongan, Tuban dan Gresik. Jenis sapi yang dijual yakni sapi madura, sapi PO, limosin, simental dan pegon.

"Untuk wilayah Surabaya banyak dipesan sapi madura," ungkap Deni.

Di tengah pandemi Corona, Deni mengaku kehilangan banyak pelanggan. Seperti dari sekolah-sekolah dan masjid.

"Penyembelihannya yang menurun. Biasa 4 sampai 5 ekor. Kini menjadi 2 sampai 3 ekor," sambungnya.

Di tempat penjualan sapi kurban miliknya juga menyediakan paket pembelian hewan disertai penyembelihan atau jagal gratis. Namun di tengah pandemi Corona, banyak permintaan dari masjid-masjid yang meminta paket pengemasan daging.

"Biasanya untuk merobohkan, menyembelih dan potong besar. Sekarang, karena kondisi seperti ini, jadi masjid-masjid untuk mengurangi kerumunan warga atau jaga jarak. Jadi mereka hanya menimbang dan distribusi saja," ujar Deni.

Untuk paketan tersebut, Deni mengaku tidak memberikan tarif tambahan. Menurutnya, itu sudah satu paket dengan harga hewan kurban.

"Sudah ada empat masjid di Surabaya yang meminta seperti itu," pungkas Deni. {detikcom}

Artikel Terkait