Ipang Wahid, Seniman Dan Pengusaha Industri Kreatif

Ipang Wahid, Seniman Dan Pengusaha Industri Kreatif

Jakarta - Siapa yang tak mengenal keluarga besar KH. Hasyim Asy'ari, ulama besar pada zaman penjajahan Belanda yang juga salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Keturunan beliau telah banyak yang menjadi tokoh politik, pengusaha, maupun ulama terkemuka hingga kini.

Sang kakek, KH. Wahid Hasyim menjadi menteri pada era Presiden Soekarno. Sang paman, KH. Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI keempat. Sang ayah, KH. Salahudin Wahid juga ulama terkemuka nasional yang sempat menjadi capres pada tahun 2004.

Namun, sosok Irfan Wahid atau yang akrab disapa Ipang, terbilang sangat unik. Ipang tak terjun dalam dunia politik ataupun dunia dakwah, tapi justru terjun dalam dunia seni dan bisnis.

Ipang tidak menghabiskan masa kecilnya di podok pesantren seperti pada umumnya anak-anak dari kalangan kyai. Setelah lulus SMA, Ipang Wahid yang besar di Jakarta lalu kuliah di Institut Kesenian Jakarta dan lulus tahun 1991. Saat kuliah inilah mulai tumbuhnya ketertarikan Ipang pada dunia periklanan.

Setelah lulus, Ipang melanjutkan studi S2 di The Art Institute of Seattle, Amerika Serikat (AS). Pria kelahiran Jakarta, 25 Pebruari 1969 kemudian pulang ke Indonesia setelah merasa cukup menimba ilmu dan pengalaman di AS. Ipang lantas mendirikan usaha sendiri pada tahun 2002 bernama 25 Frames, dengan ambisi menjadi salah satu Production House (PH) terbesar di Indonesia.

Seperti yang dirilis oleh Suara.com "Ini memang passion saya untuk berkiprah di dunia periklanan. Sampai kini, saya masih menghasilkan beberapa iklan yang menarik di televisi. Salah satu yang sedang trend adalah iklan Bukalapak.com. yang ada nyanyian lagu seorang ibu-ibu seolah berbahasa mandarin di televisi." jelas Ipang.

Kiprah Ipang tak semata dalam bisnis periklanan. Ipang juga mendirikan jasa konsultan komunikasi dengan nama Fastcom. Kini Ipang menjadi Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengakui dirinya lebih suka memfokuskan pengembangan bisnisnya di industri kreatif. Meski demikian, ia juga punya satu perusahaan energi dengan menggandeng kolega dari Iran yang bergerak di bidang aspal.

Ipang Wahid kini memegang sejumlah posisi kunci di beberapa perusahaan. Antara lain sebagai pendiri/komisaris 25 Frames (TVC Production House), pemilik/direktur Pengembangan Usaha - Alfa Global Trading (Energy), pendiri/direktur eksekutif - Fastcom (Integrated Marketing Agency), pemilik - Sound Village (Audio Production House), pemilik - Nyunyu.com (News Portal & Digital Agency), pemilik/komisaris - reKreasi (Creative House).

"Pelan-pelan saya ingin mengalihkan kontrol pengelolaan dari berbagai perusahaan saya, tidak harus saya sendiri yang mengelolanya. Saya kedepannya lebih memposisikan sebagai pemilik perusahaan dan mengandalkan pendapatan pasif. Saya lebih ingin punya waktu panjang untuk dakwah maupun pembangunan industri kreatif di Indonesia pada umumnya," pungkas Ipang. {RN}

Artikel Terkait