Covid 19 - Bikin Petani Pisang Mas Kirana Lumajang Mereguk Untung

Covid 19 - Bikin Petani Pisang Mas Kirana Lumajang Mereguk Untung

Lumajang -- Saat ini Indonesia mengalami Pandemi Covid-19 dan sudah menyebar hampir di seluruh daerah. Kondisi tersebut berdampak melemahnya perekonomian akibat dari berbagai sektor usaha tidak berjalan dengan optimal dan hanya segelintir sektor saja yang masih bertahan, misalnya sektor pertanian.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Lumajang Doni mengatakan sektor pertanian termasuk yang bertahan ditengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, sebab buah-buahan merupakan salah satu sektor usaha yang masih berjalan dengan baik.

"Di tengah wabah pandemi Covid-19 ini, permintaan akan produk buah- buahan justru makin meningkat, seperti satu diantaranya adalah buah Pisang Mas Kirana asal daerah kami," kata Doni saat dikonfirmasi TribunJatim.com

Buah Pisang Mas Kirana asal Kabupaten Lumajang, dikatakannya, justru selama pandemi Covid-19 mewabah di tanah air, permintaannya mengalami peningkatan.

"Sebagai salah satu sentra utama produksi, pisang Mas Kirana mengalami defisit meski wabah corona tak kunjung reda, yang dimana dikarenakan meningkatnya permintaan," katanya.

Lebih lanjut Doni mengatakan, bahwa saat ini permintaan pisang Mas Kirana mencapai 350 Ton per bulan, sementara yang dapat dipenuhi 200 ton per bulan.

"Bahkan harga di tingkat petani cukup bagus yaitu 7 hingga 8 ribu per kilogram. Pasarnya pun sudah meluas yaitu mencapai Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan beberapa kota lainnya," tambahnya.

Terkait luas existing tanaman pisang tersebut, Doni mengatakan bahwa luasan existing tanaman pisang Mas Kirana di Kabupaten Lumajang mencapai 790 hektar, yang dimana tersebar di beberapa sentra utama seperti meliputi di daerah kecamatan Tempursari, Senduro dan Pasirjambe, serta pastinya kondisi ini ada juga karena kinerja dari Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura juga.

"Kami sangat bersyukur, atas perhatian dan dukungan dari Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura yang sejak tahun 2015 sampai dengan 2019 telah memfasilitasi pengembangan kawasan pisang Mas Kirana melalui APBN seluas 100 hektare," pungkasnya. {Tribunjatim.com}

Artikel Terkait