Bupati Nganjuk Bagikan Bansos kepada 989 pedagang dan UKM untuk Penguatan Modal Usaha

Bupati Nganjuk Bagikan Bansos kepada 989 pedagang dan UKM untuk Penguatan Modal Usaha

NGANJUK - Sebanyak 989 pedagang dan pelaku usaha mikro (UKM) di Kabupaten Nganjuk menerima bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) di masa pandemi.

Bantuan itu secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat.

Bupati Novi berharap berharap, seluruh pedagang dan pelaku usaha mikro serta industri kecil-menengah benar-benar memanfaatkan bantuan yang diberikan untuk berproduksi dan meningkatkan kualitas.

Bahkan, bila diperlukan dan diminta maka ia siap memberikan pelatihan dalam pengembangan usaha mikro kecil. "Silakan meminta, kami untuk memberi pelatihan kepada pelaku usaha semuanya, kami akan berikan apa yang ingin diketahui. Terutama soal peluang pasar produk usaha mikro di Nganjuk," kata Mas Novi - sapaannya.

Dijelaskan Novi, persaingan pasar saat ini sangat ketat. Dengan demikian, pelaku usaha mikro di Nganjuk akan tertinggal kalau tidak meningkatkan kualitas. Bahkan, usaha mikro kecil bisa gulung tikar karena kalah bersaing.

Disamping itu, menurut Novi, usaha mikro juga harus meningkatkan skill dan kemampuan SDM dengan mengikuti perubahan zaman. Selain itu, pelaku usaha mikro harus meningkatkan kualitas layanan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, baik yang diselenggarakan pemerintah atau pihak lain untuk pengembangan usaha.

"Kami kira kalau pelaku usaha mikro di Nganjuk dapat memenuhi semuanya itu, maka dipastikan mereka akan bersaing di pasar yang cukup ketat," tandas Novi.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk, Heni Rochtanti mengatakan, bantuan yang diberikan kepada pedagang dan pelaku usaha mikro, dimaksudkan untuk pemulihan ekonomi sebagai dampak Covid-19.

Karena pedagang dan pelaku usaha mikro mengalami penurunan omzet cukup signifikan selama pandemi, bahkan ada yang belum bangkit.

"Dengan bantuan itu, diharapkan pelaku usaha mendapat tambahan modal untuk berproduksi lagi setelah mengalami penurunan penjualan akibat pandemi," tutur Heni. {surya.co.id}

 

Artikel Terkait