BPS Jatim Catat Kenaikan Harga Mamin dan Tembakau Dorong Inflasi Jatim pada November 2020

BPS Jatim Catat Kenaikan Harga Mamin dan Tembakau Dorong Inflasi Jatim pada November 2020

Surabaya - Kenaikan harga indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman (mamin) dan tembakau sebesar 1,24 persen, mendorong Jawa Timur mengalami inflasi 0,26 persen pada November 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan dalam konferensi pers virtual di Surabaya, Selasa mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,26 persen pada November 2020 itu naik dari 103,94 pada Oktober 2020 menjadi 104,21 pada bulan November 2020.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender hingga November 2020 tercatat sebesar 0,98 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,50 persen.

Selain pada kelompok mamin dan tembakau, kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,40 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17 persen.

Sementara untuk kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen, kelompok transportasi sebesar 0,21 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,47 persen.

Untuk kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.

"Untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2020 antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, bawang putih, obat dengan resep, tomat, cabai merah dan ikan mujair," kata Dadang.

Sedangkan, berdasar penghitungan angka inflasi di delapan kota IHK di Jawa Timur selama November 2020, seluruh kota mengalami inflasi, dan terbesar terjadi di Sumenep sebesar 0,82 persen.

Kemudian diikuti Kediri dan Jember masing-masing sebesar 0,44 persen, Madiun dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,41 persen.

Selanjutnya inflasi di Malang tercatat sebesar 0,31 persen, dan inflasi terendah di Banyuwangi dan Surabaya masing-masing sebesar 0,20 persen. {ANTARA}

Artikel Terkait