BI Ingin Jadikan Pesantren Sebagai Pemain Ekspor Kelas Dunia

BI Ingin Jadikan Pesantren Sebagai Pemain Ekspor Kelas Dunia

Jakarta - Bank Indonesia (BI) ingin menjadikan pesantren sebagai pemain ekspor kelas dunia dengan berbagai produk unit usahanya. Saat ini, BI telah membuat blueprint pengembangan ekonomi syariah Indonesia kedepannya. Salah Satunya adalah dengan pemberdayaan ekonomi pesantren.

Setidaknya ada sekitar 29 ribu pesantren di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya telah bekerjasama dengan BI untuk membangun kemandirian ekonomi. yaitu dengan mendorong pesantren memiliki unit usaha dan menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai tambah. Diharapkan nantinya masing-masing pesantren melalui berbagai produk unggulannya bisa menjual produk ke pasar dalam negeri, bahkan hingga sampai di ekspor.

Dari sebagian pesantren yang bekerjasama dengan BI ini telah memiliki usaha dan produk yang berkualitas, salah satunya pesantren Al-Ihya di Pandeglang. Pesantren ini memiliki unit usaha pengolahan kelapa. Hasil olahan yang berupa tepung ini bahkan sudah di ekspor ke beberapa negara di Asia.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengembangan UMKM (DPUM) BI, Yunita Sari menambahkan bahwa memang potensi ekspor produk pesantren ini kedepannya cukup bagus. Tak harus ekspor secara langsung, tapi pesantren-pesantren ini bisa bekerjasama dengan UMKM untuk bisa membantu memasarkan ke negara-negara di dunia.

"Salah satu pasar potensial untuk ekspor berbagai produk halal pesantren ini ke beberapa negara Timur Tengah, seperti Dubai dan juga Turki. Karakter konsumsi dan fesyen mereka itu sangat mirip dengan Indonesia," terangnya kepada Liputan6.

Selain itu, Bank Indonesia juga siap menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) untuk melakukan pendampingan dan menghubungkan produk-produk halal dari pesantren-pesantren tersebut dengan berbagai negara di dunia. {RN}

Artikel Terkait