Bazar UKM dan Pelatihan Olah Mie Sehat Sampai Jadi Eksportir UMKM Mendunia

Bazar UKM dan Pelatihan Olah Mie Sehat Sampai Jadi Eksportir UMKM Mendunia

Surabaya -- Cooperative Trading House (CTH) mengadakan acara rutin bertajuk bazar UKM yang diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut, mulai 22 sampai 24 Januari 2020.  Tidak hanya mengadakan Sale Up To 50% untuk beberapa item produk UMKM, namun ada yang berbeda dengan bazar UKM tahun ini. Kali ini, acara tersebut dimeriahkan dengan beberapa rangkaian acara lainnya seperti pelatihan dan workshop.

Acara pada hari pertama dibuka dengan pelatihan mie sehat dari UKM Hokky Top dari Gresik. Pelatihan yang diikuti sekitar 30 orang ini berlangsung cukup interaktif karena para peserta sangat tertarik dengan pelatihan yang diberikan. Pemilik dari Hokky Top, Kikis Rohana memimpin pelatihan tersebut mulai dari pengolahan adonan, proses pemasakan mie, hingga menjadi suatu hidangan yang siap disajikan. Mie Hokkytop sendiri merupakan satu-satunya mie instan berbahan baku ikan bandeng di seluruh Indonesia. Mie ini juga merupakan mie sehat yang telah teruji dari hasil lab memenuhi standart protein, kalsium, karbohidrat, dan zinc untuk mengatasi masalah stanting gizi buruk ibu hamil dan menyusui. Pemerintah juga men-support produk UKM ini. Wanita 47 tahun ini berharap agar CTH dapat memberikan wadah untuk para pelaku UKM dalam mengembangkan usaha mereka.

“Saya harapkan CTH bisa memberikan fasilitas dan memberikan wadah untuk sering melakukan workshop karena bermanfaat juga untuk ibu-ibu, para masyarakat, dan pelaku UKM”, ujarnya.

Beranjak ke rangkaian acara selanjutnya yaitu workshop dengan tema “Cara Mudah UKM Jadi Eksportir” dengan pembicara Iko Sukma Handriadianto dan Donni Annur. Materi pertama yang dibawakan oleh Iko Sukma Handriadianto ini membahas mengenai UKM Mendunia yang merupakan Foundation UKM Eksportir. UKM Mendunia sendiri dibentuk dengan tujuan untuk memfasilitasi para UMKM untuk memasarkan produk secara boderless (tidak terbatas). UKM Mendunia bekerja sama dengan CTH dalam mengakomodasikan produk-produk UMKM yang ingin diekspor ke luar negeri. Hal ini tentunya sangat membantu para pelaku UMKM yang kesulitan dalam mengenalkan produknya ke kancah internasional mengingat untuk menjadi eksportir banyak tahap-tahap yang harus dilewati. Iko juga berharap setelah diadakannya workshop ini, UMKM yang awalnya merupakan “Usaha Mak-Mak ke Mak-Mak” menjadi “Usaha Mak-Mak Kekinian Mendunia”.

Pembahasan ini juga selaras dengan materi  yang disampaikan oleh Donni Annur selaku pakar internet marketing, ia menjelaskan bahwa industri UMKM harus dapat berkembang dengan cara mengekspor dan memperkenalkan produknya kepada pangsa pasar yang lebih luas. {diskopukm}

Artikel Terkait