Arief Rahman - CEO LensaIndonesia Group Yang Ingin Wujudkan 'Magetan The Beauty of Java'

Arief Rahman - CEO LensaIndonesia Group Yang Ingin Wujudkan 'Magetan The Beauty of Java'

Magetan -- Ayahnya menamai Arief Rahman. Terinspirasi dari tokoh pendidikan Prof Dr Arief Rahman yang kala itu sering tampil di televisi. Inspirasi dan doa kedua orang tuanya rupanya menjadi kenyataan. Kini, Arief Rahman selain sebagai dosen luar biasa bidang manajemen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), pemilik dan pemimpin LensaIndonesia Group ini juga penggiat di Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Timur.

Arief Rahman lahir di kaki Gunung Lawu, Magetan, 08 Desember 1976. Ayahnya, Rachmadi, pengusaha bengkel las di Jalan Timor, Magetan dan Warsiati, pedagang pakaian jadi di Pasar Baru, selalu berusaha mendidik sang anak menjadi orang yang penuh kasih dan manfaat bagi sesama.

Sejak di bangku kelas satu di SDN II Magetan, Arief Rahman tiap hari berjalan kaki pergi pulang dengan jarak lumayan jauh, 2 km. Meski begitu, di sekolah dasar ini, Arief dikenal sebagai siswa cerdas. Ia tak pernah absen mendapat rangking 1 di kelas.

Bukan hanya berprestasi di akademis, di bidang non akademis pun ia termasuk anak berbakat, dari kelas III SD ia mampu menjuarai Kejuaraan Tenis Meja se-Kabupaten Magetan. Bakat kepemimpinan Arief terlihat sejak SD. Ia selalu dipilih menjadi Ketua Kelas. Dari hari ke hari jiwa kepemimpinannya terus terasah.

Lulus dari SD, Arief Rahman kembali mengukir prestasi. Kelas I hingga kelas III, ia selalu menyabet juara umum se-SMP 1 Magetan. Kelas II, ia terpilih dalam seleksi Pelajar Teladan tingkat Kabupaten Magetan dan mewakili kota kecil yang sejuk itu ke provinsi Jawa Timur.

Di SMP, Arief termasuk anak yang aktif dalam beragam kegiatan, mulai pramuka, olah raga tenis meja dan basket, menjadi pengurus OSIS dan mendirikan grup band bernama Dhoctrin'e bersama sahabat seangkatannya. 

Berlanjut di SMA Negeri 1 Magetan. ia berhasil meraih juara umum tingkat sekolah, mengikuti olimpiade Matematika dan menjadi wakil sekolah di tim Cerdas Cermat antar SMA di TVRI Surabaya. Pun pada Ujian Akhir Nasional ia mendapat penghargaan atas prestasinya meraih nilai 10,00 untuk mata uji Bahasa Inggris.

Pada tahun 1995, Arief lolos UMPTN dan diterima sebagai mahasiswa Teknik Kelautan (Offshore Engineering), Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Hari-harinya selain menimba ilmu, juga diisi dengan bermain basket, sepak bola dan ngeband bersama kawan sejurusan.

Alumni Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Menengah ITS tahun 1996 ini, semakin menemukan gairahnya saat menjadi aktivis organisasi. Ia tercatat pernah menjadi Ketua Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS, Senator Senat Mahasiswa FTK ITS, Menteri Kebijakan Strategis BEM ITS dan Senator di Senat Mahasiswa ITS (SMITS).

Selain kesibukan di intra kampus, ia juga menekuni organisasi ekstra kampus. Mulai tahun 1996, Arief bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai Sekum Komisariat Perkapalan dan Wasekum Koordinator Komisariat Sepuluh Nopember. Ia juga pernah menjadi Ketua Jaringan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Surabaya (JAMPS) saat Reformasi 1998 bergulir dan aktif di Forum Mahasiswa Indonesia. 

Semasa kuliah, Arief sudah memulai karir sebagai jurnalis di grup koran harian Memorandum Surabaya tahun 1999. Setahun kemudian mendirikan dan memimpin redaksi Tabloid Sapujagat bersama tokoh Petisi 50, Jalil Latuconsina dan teman-teman aktivis ’98 dari ITS dan Unair.

Pasca reformasi, Arief Rahman menjadi Sekretaris Masika ICMI Jawa Timur saat ICMI Jatim dipimpin mantan Mendiknas M Nuh. Hingga kini Arief Rahman terus aktif di ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia) Jawa Timur.

Pada tahun 2011, Arief mendirikan PT LensaIndonesia Global Media yang menelurkan media online Lensaindonesia.com, LensaIndonesia News Network, majalah dan koran Lensa Indonesia, serta situs pencari kerja GoodJobs.co.id. Arief Rahman menjadi Presiden Direktur sekaligus CEO LensaIndonesia Group.

Separti yang dirangkum dari SiagaIndonesia, belakangan ia juga tercatat sebagai pengurus Bidang Organisasi Pengprov PSSI Jawa Timur dan Wakil Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur.

Sebagai penggiat pariwisata dan anggota Dewan Penentu Kebijakan di Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Timur, Arief merasa kecintaannya pada pariwista Jawa Timur sangat mendalam, terutama kecintaan pada kampung halamannya, Magetan. Tak heran bila kini Arief Rahman bertekad memajukan Magetan dan ingin mewujudkan “Magetan the beauty of Java” sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Saat ini Arief Rahman tengah menyelesaikan studi S3 di Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Airlangga (Unair). Setelah sebelumnya memperoleh gelar master bidang manajemen strategi di Magister Manajemen Unair. {RN}

Artikel Terkait